Penyelidikan Epidemiologi DBD Kelurahan Tumubui

Diposting pada 02 Agustus 2022 Dilihat 464 kali
Kembali

(Kotamobagu, 02/08/2022) Demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi masalah untuk kebanyakan masyarakat Indonesia. Kekhawatiran akan terjangkitnya penyakit yang berasal dari gigitan nyamuk ini semakin bertambah saat musim penghujan tiba. Deteksi dini dan penanganan yang terlambat mengakibatkan meningkatnya kasus yang berakhir dengan kematian.

Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit demam serius yang ditularkan oleh nyamuk betina Aedes aegypti yang menyerang sistem peredaran darah manusia. Oleh karena itu, penyakit ini bisa menjadi lebih serius jika seseorang tidak segera mendapat penanganan yang tepat. Perawatan terlambat hanya akan memperbesar risiko dampak buruk hingga kematian.

Demam berdarah dengue bisa menjangkiti seseorang yang telah mendapat gigitan dari nyamuk betina Aedes aegypti. Nyamuk tersebut membawa virus pemicu yang berasal dari keluarga Flaviviridae, dengan empat jenis virus yang dikenal dengan serotipe (DENV-1, DENV-2, DENV-3, dan DENV-4).

Puskesmas Kotobangon kali ini melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) DBD dikelurahan Tumubui. Kegiatan ini dilakukan untuk mencari tempat perkembangbiakan Nyamuk di lingkungan sekitar rumah penderita dengan tujuan untuk mencegah penyebaran kasus DBD di kelurahan Tumubui Kecamatan Kotamobagu Timur