Aksi Bergizi

Diposting pada 27 Oktober 2022 Dilihat 43 kali
Kembali

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang dapat dialami oleh semua kelompok umur mulai dari balita, remaja, ibu hamil sampai usia lanjut. Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi anemia pada anak usia 5-14 tahun sebesar 26,8% dan pada usia 15-24 tahun sebesar 32%. Hal ini berarti sekitar 3 dari 10 anak di Indonesia menderita anemia.

Menanggulangi hal tersebut, pemerintah telah melakukan berbagai upaya melalui pendidikan gizi seimbang, fortifikasi pangan, dan suplementasi Tablet Tambah Darah (TTD). Suplementasi TTD mulai dilaksanakan pada tahun 2015 dengan minum TTD 1 tablet per minggu sepanjang tahun bagi remaja putri usia 12–18 tahun yang berada di jenjang pendidikan SMP/sederajat dan SMA/sederajat. Walaupun pemberian TTD pada remaja putri sudah dilakukan, prevalensi anemia masih cukup tinggi. Banyak faktor yang mempengaruhi, salah satunya adalah kurangnya kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi TTD. Hasil Riskesdas 2018, menunjukkan bahwa proporsi remaja putri yang memperoleh TTD dalam 12 bulan terakhir di sekolah sebesar 76,2%, tetapi hanya 1,4 % yang mengonsumsi TTD sesuai anjuran.

Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda dan Hari Kesehatan Nasional Ke-58, Pemerintah Kota Kotamobagu melalui Dinas Kesehatan Kota Kotamobagu menyelenggarakan kegiatan Gerakan Nasional Aksi Bergizi pada Rabu (26/10/2022).

Gerakan Nasional Aksi Bergizi ini dilaksanakan di beberapa sekolah di Kota Kotamobagu, yaitu di :

  • SMP Negeri 4 Kotamobagu
  • SMP Negeri 8 Kotamobagu
  • SMP Adven Kotamobagu
  • SMA Negeri 4 Kotamobagu
  • SMA Negeri 1 Kotamobagu

Pada kegiatan tersebut dilaksanakan sarapan sehat, aktivitas fisik (senam) dan Konsumsi Tablet Tambah Darah (FE) untuk Remaja Putri.

Hal ini dapat memberikan banyak pelajaran, manfaat serta  berdampak positif untuk remaja putri, karena untuk meningkatkan kepatuhan mengkonsumsi tablet tambah darah pada remaja putri menjadi salah satu tujuan dari kegiatan Aksi Bergizi.