Pelaksanaan Penyuluhan tentang Covid 19 di Kelurahan Motoboi Besar dan Kobo Besar

Diposting pada 11 Agustus 2020 Dilihat 3 kali
Kembali

Senin, 10 Agustus 2020, Puskesmas Kotobangon melaksanakan penyuluhan keliling di wilayah kerjanya yaitu Kelurahan Motoboi Besar dan Kelurahan Kobo Besar dengan Tema Covid 19.

Dalam penyuluhan lebih ditekankan pada :

  1. Transmisi lokal penularan melalui udara dapat terjadi, dimana saat seseorang batuk atau bersin, droplet atau percikan cairan akan keluar dari hidung dan mulut. partikel tersebut dapat bertahan lama di udara di sekitar orang tersebut. dan kita bisa terinfeksi bila kita tidak mematuhi protokol kesehatan. karena itu penting bagi kita untuk disiplin memakai masker dan menjaga jarak lebih dari 1 meter dari orang lain.
  2. Untuk masyarakat yang tidak pernah keluar rumah atau tidak pernah berpergian dan ternyata sakit dan terindikasi terinveksi covid-19, itu terjadi karena transmisi lokal, artinya kasus infeksi yang terjadi antar masyarakat, hanya melibatkan masyarakat. dimana terjadi karena orang lain dalam rumah yang yang selalu keluar rumah, bertemu banyak orang tanpa memperhatikan protokol kesehatan, kemudian terinveksi lalu pulang ke rumah dan bertemu atau berinteraksi dengan orang di rumah yang tidak pernah keluar. maka penularan dapat terjadi didalam rumah.
  3. New normal atau tatanan baru adalah tatanan, kebiasaan dan perilaku yang berbasis pada adaptasi untuk membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat dengan memperhatikan protokol kesehatan sehingga masyarakat dapat beraktivitas kembali namun tetap aman dari covid-19 dan penyakit lainnya. jadi new normal bukan kembali ke kehidupan sebelumnya tanpa memperhatikan protokol kesehatan
  4. Hilangkan mainset berpikir bahwa covid 19 adalah hoax atau mengada-ada, mungkin bagi anda yang sehat atau yang positif skalipun tapi tidak punya gejala, ini bukanlah masalah. Tetapi bagi yang masuk dalam kelompok Resti (Resiko tinggi) seperti bayi, anak-anak, Lansia, Ibu Hamil atau penderita penyakit Hipertensi, Deabetes Mellitus, jantung, Gagal Ginjal Kronik dan lain sebagainya) ini akan menjadi suatu masalah, karena virus corona sangat berkaitan dengan sistem imunitas tubuh... jika imunitas tubuh baik maka dengan sendirinya bisa melawan virus Corona.
  5. Adanya penolakan warga yang keluarganya meninggal dan pemakaman dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan. untuk diketahui bahwa setiap pasien PDP dan yang positif covid 19 yang meninggal harus dimakamkan sesuai protokol kesehatan. ini untuk menghindari terjadinya penularan virus ke orang lain, mengingat bila kita kontak dengan media seperti baju, kain atau pembungkus jenazah yang terdapat virus corona maka akan dapat menularkan ke orang lain, walaupun virus sudah mati pada orang yang meninggal tersebut.
  6. Meninggal karena komplikasi. corona virus pasti selalu dengan komplikasi. corona akan memperburuk daya tahan tubuh penderitanya yang pada akhirnya penyakit bawaan yang diderita pasien akan makin parah. bukan karena corona virus yang menjadi penyebab utama tapi karena corona viruslah yang memperburuk kondisinya.

jadi bila masyarakat mendengar bahwa rumah sakit mengada-ada dengan kasus kematian karena penyakit bawaan, dan dikatakan corona virus, itu salah !! silahkan cek sendiri ke rumah sakit, karena penegakkan diagnosa juga menggunakan pemeriksaan pcr atau swab dan bukan hanya karangan dari pihak rumah sakit untuk memperbanyak kasus corona karena untuk menyerap dana covid 19.

Di harapkan dengan penyuluhan ini, dapat mencegah perkembangan dan penyebaran Covid 19 di Kota Kotamobagu