KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi)
Diposting pada : 06 Januari 2026 / Dilihat : 10
Imunisasi penting dilakukan untuk melindungi anak dari ancaman berbagai penyakit yang membahayakan kesehatan. Namun yang seringkali dikhawatirkan orang tua adalah reaksi atau efek samping yang timbul setelah imunisasi, seperti nyeri dan bengkak di lokasi penyuntikan, serta demam. Meski demikian, efek samping ini masih terbilang normal, termasuk reaksi lainnya seperti muntah, mengantuk dan kehilangan selera makan dan biasanya akan sembuh setelah beberapa hari.
Waspadai jika reaksi atau efek samping yang terjadi setelah imunisasi tak kunjung membaik setelah 2 - 3 hari atau timbul reaksi lain yang lebih berat. Bisa jadi anak mengalami KIPI atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi.
KIPI merupaka kondisi atau gejala medis yang terjadi setelah pemberian imunisasi atau diduga berkaitan dengan imunisasi. Penyebabnya bisa bermacam-macam, yaitu :
- Reaksi terhadap kandungan vaksin : Kondisi ini terjadi ketika sistem imun tubuh bereaksi terhadap salah satu atau beberapa kandungan vaksin. Sebagai contoh, pembenagkakan otot yang terjadi setelah vaksin DPT
- Respon kecemasan berlebihan : Ketakutan terhadap jarum suntik bisa menyebabkan kecemasan berlebihan yang menimbulkan reaksi seperti pusing, napas berlebihan, nyeri, muntah hingga pingsan.
- Kelainan atau Penyakit Bawaan : Kondisi ini biasanya tidak ada kaitaannya secara langsung dengan pemberian vaksin, melainkan kelainan kongenitak (bawaan) yang sudah ada saat imunisasi dilakukan. Gejalanya bisa saja muncul bersamaan atau setelah pemberian imunisasi.
Gejala-gejala KIPI cenderung ringan yang biasanya akan sembuh dalam 1 - 2 hari tanpa diberi obat, berupa reaksi lokal maupun sistemik.
Reaksi lokal adalah gejala-gejala yang timbul di sekitar bagian tubuh yang disuntik, seperti nyeri kemerahan dan pembengkakan. Sedangkan reaksi sistemik ditandai dengan sakit kepala, demam, merasa lemas dan tidak enak badan yang terjadi sesaat setelah pemberian vaksin.
Gejala KIPI yang berat biasanya disebabkan oleh respon sistem imun terhadap vaksin yang menyebabkan reaksi alergi berat, seperti anafilaksis atau syok akibat alergi berat, penurunan trombosit, kejang dan otot lemah. Namun semua gejala sangat jarang ditemukan dan bisa diatasi tanpa menimbulkan dampak kesehatan jangka panjang.
Gejala reaksi alergi lainnya bisa berupa :
- Ruam dan gatal di kulit
- Batuk dan bersin, sesak napas
- Pusing, bingung, detak jantung cepat atau sakit kepala
- Mual muntah dan diare.
Untuk meminimalasir risiko dari KIPI serta memaksimalkan manfaat vaksin, berikut ini beberapa hal yang tidak boleh dilakukan setelah imunisasi, yaitu :
- Melakukan aktivitas fisik berat : Hindari anak dari melakukan aktifitas fisik berat yang menguras energi untuk mengurangi rasa lelah dan ketidaknyamanan, yang timbul setelah penyuntikan vaksin.
- Pemberian obat : Konsultasikan pada dokter terlebih dahulu jika Anda ingin memberi anak obat pereda demam atau nyeri, serta penurun panas.
- Terpapar panas : Hindari anak dari paparan panas yang berlebihan, seperti mandi air panas atau berada di ruangan yang terlalu panas. Suhi yang panas dapat meningkatkan ketidaknyamanan yang dirasakan setelah imunisasi.
- Menekankan atau menggosok bekas suntikan : Jangan menekan atau menggosok bekas suntikan dan area di sekitarnya untuk mencehaj terjadinya peradangan dan infeksi.
- Penggunaan obat yang mempengaruhi sistem imun : Konsultasikan kepada dokter terlebih dahulu, jika Anda ingin memberi anak obat atau suplemen yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh setelah imunisasi.
Diagnosa KIPI harus dilakukan oleh dokter atau tenaga kesehatan di faslitas kesehatan dengan menganalisa kondisi medis yang timbul setelah pemberian vaksin. Dokter biasanya juga akan menanyakan riwayat kesehatan pasien dan keluarganya, serta membedakan kondisi yang dialami dengan respon sistemik, seperti demam dan kemerahan serta lepuhan pada kulit.
Orang tua tidak perlu khawatir dan panik dan sebaiknya tetap tenang saat menghadapi anak yang mengalami KIPI. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk meredakan gejala KIPI pada anak.
- Usahakan anak beristirahat dengan cukup
- Beri anak cukup air putih.
- Beri obat penurun panas jika diperlukan.
- Jika bagian tubuh yang disuntikkan masih terasa nyeri, usahakan untuk tetap digerakkan menggunakan lengan anak.
- Kompres bagian yang terasa nyeri dengan kain bersih yang telah dibasahi dengan air dingin, jika dibutuhkan.
Dengan memahami apa itu KIPI dan penanganannya, orang tua tak perlu lagi memberikan imunisasi lengkap pada anak secara tepat waktu. Agar anak tumbuh kembang sehat dengan optimal dan terhindar dari stunting.
Sumber : https://ayosehat.kemkes.go.id/apa-itu-kipi