Indonesia perlu menerapkan strategi global promosi kesehatan. Strategi advokasi sangat diperlukan karena masalah kesehatan di Indonesia belum memperoleh perhatian secara proporsional dari sektor-sektor lain di luar kesehatan, baik pemerintah maupun swasta. Padahal masalah kesehatan ditimbulkan oleh dampak pembangunan sektor lain. Untuk meningkatkan perhatian dan komitmen pembuat keputusan dari sektor-sektor ini maka diperlukan advokasi.
Strategi pemberdayaan sangat diperlukan di Indonesia, mengingat masyarakat Indonesia pada umumnya masih jauh dari kemauan dan kemampuannya dalam mencapai derajat kesehatan. Pemberdayaan masyarakat ini bertujuan agar masyarakat mau dan mampu mencapai derajat kesehatan seoptimal mungkin.
Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat adalah upaya memberikan pengalaman belajar bagi perorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat dengan membuka jalur komunikasi, memberikan informasi dan edukasi guna meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku melalui pendekatan advokasi, bina suasana dan gerakan masyarakat sehingga dapat menerapkan cara-cara hidup sehat dalam rangka menjaga, memelihara dan meningkatkan kesehatan masyarakat.
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat tersebut harus di mulai dari Tatanan rumah tangga atau keluarga, karena rumah tangga yang sehat merupakan aset atau model pembangunan di masa depan yang perlu dijaga, ditingkatkan dan dilindungi kesehatannya.
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada dasarnya merupakan sebuah upaya untuk menularkan pengalaman mengenai perilaku hidup sehat melalui individu, kelompok ataupun masyarakat luas dengan jalur – jalur komunikasi sebagai media berbagi informasi. Ada berbagai informasi yang dapat dibagikan seperti materi edukasi guna menambah pengetahuan serta meningkatkan sikap dan perilaku terkait cara hidup yang bersih dan sehat.
Hal tersebut tidak hanya dilakukan oleh Tenaga Kesehatan tetapi juga dapat dilaksanakan oleh Kader kesehatan di Desa/kelurahan
Sejalan dengan hal tersebut Arah kebijakan RPJMN 2020 – 2024 lebih menekan kepada Penguatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) kepada masyarakat, sehingga untuk mendukung pencapaian indikator program perilaku hidup sehat perlu dilaksanakan Pertemuan Advokasi Perilaku Hidup Sehat dan Pemberdayaan Masyarakat Melalui Gerakan masyarakat Hidup Sehat Tingkat Kota Kotamobagu.
Kegiatan ini dilaksanakan pada hari selasa 25 Agustus 2020, bertempat di Meeting Room 3 Bintang Kelurahan Kotamobagu Barat.
Tujuan dari kegiatan pertemuan ini adalah :
- Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan peserta dalam mengenali dan mengatasi permasalahan kesehatan yang dihadapi terlebih khusus masalah perilaku hidup sehat.
- Meningkatkan kesadaran masyarakat melalui penggerakan masyarakat untuk mewujudkan Perilaku Hidup Sehat
- Penguatan dan peningkatan advokasi kepada pemangku kepentingan dalam rangka Pembudayaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat
- Meningkatkan pemanfaatan potensi dan sumber daya lokal yaitu kader sebagai bagian dari masyarakat.
Peserta pertemuan berjumlah 70 Orang, terdiri dari Kader Kesehatan berjumlah 51 Orang, Kader Pos UKK berjumlah 3 Orang, Pengelola Program PromKes dan UKBM Puskesmas berjumlah 8 Orang dan Lintas Program berjumlah 8 Orang