Chikungunya adalah re-emerging disease atau penyakit lama yang kemudian merebak kembali. Demam chikungunya ini ialah sejenis demam yang diakibatkan oleh virus keluarga Togaviridae, genus alfavirus yang ditularkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti . Penyakit ini cenderung menimbulkan kejadian luar biasa pada sebuah wilayah.
Gejala utamanya adalah demam mendadak, nyeri pada persendian dan ruam makulopapuler (kumpulan bintik-bintik kemerahan) pada kulit yang kadang-kadang disertai dengan gatal. Gejala lainnya yang dapat dijumpai adalah nyeri otot, sakit kepala, menggigil, kemerahan pada konjunktiva, pembesaran kelenjar getah bening di bagian leher, mual, dan muntah. Meski gejalanya mirip dengan DBD, namun pada chikungunya tidak terjadi perdarahan hebat, renjatan (shock) maupun kematian.
Masa inkubasinya dua sampai empat hari, sementara manifestasinya tiga sampai sepuluh hari. Akibat yang ditimbulkan demam chikungunya cukup merugikan, apalagi jika sampai penderita mengalami kelumpuhan dan berlangsung selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Produktivitas kerja dan akvititas sehari-hari praktis terhenti.
Berdasarkan laporan yang diterima oleh Puskesmas Gogagoman dari salah seorang warga wilayah Kelurahan Molinow bahwa ada beberapa kasus mirip penyakit chikungunya di Kelurahan Molinow. Maka pada hari itu juga Selasa 1 September 2020, Tim Surveilans Puskesmas Gogagoman langsung turun ke lokasi untuk memperoleh kepastian terjadinya suspek KLB Chikungunya, penyebaran kasus dan cara-cara pencegahan/ penanggulangan kasus di Kelurahan Molinow.
Tim Surveilans Puskesmas segera melakukan investigasi lebih lanjut melalui kegiatan Penyelidikan Epidemiologi
Tujuan penyeledikan yaitu untuk memastikan adanya KLB dan penyebab penyakit serta mengetahui gambaran epidemiologi penyakit di Kelurahan Molinow Kecamatan Kotamobagu Barat.