Stanting merupakan kondisi gangguan pertumbuhan pada anak akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama, yang disebabkan oleh banyak faktor seperti kondisi sosial ekonomi, gizi ibu saat hamil, kesakitan pada bayi dan kurangnya asupan gizi pada bayi. Kondisi ini mengakibatkan anak mengalami keterlambatan dalam perkembangan dan berisko mengidap penyakit metabolik dan generatif di kemudian hari.
Strategi Nasional percepatan pencegahan dan penurunan stanting adalah melalui intervensi gizi spesifik, intervensi gizi sensitif dan enabling-environment (lingkungan yang mendukung), intervensi gizi spesifik menyumbang sebesar 30% dalam menurunkan kasus stanting.
Salah satu kegiatan sosialisasi pentingnya nutrisi pada 1000 HPK untuk mencegah stunting adalah kegiatan terkait Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) yang tepat.
Rekomendasi WHO terkait PMBA adalah:
- Inisiasi Menyusui Dini
- ASI Ekslusif 6 bulan
- Makanan Pendamping ASI diberikan di usia 6 bulan sambil melanjutkan pemberian ASI
- Pemberian ASI tetap dilanjutkan sampai usia 2 tahun.
Terkait hal tersebut, Puskesmas Kotobangon melaksanakan Sosialisasi Pemberian Makan pada Bayi dan Anak dengan Menggunakan dana BOK, dengan peserta Kader Kesehatan wilayah Puskesmas Kotobangon, pada hari Senin tanggal 13 Juli 2020 bertemapt di Aula Dinas Kesehatan Kota Kotamobagu.