Edukasi/Publikasi tentang Vaksinasi Covid-19 dan Penerapan Protokol Kesehatan di Kelurahan Kotobangon, Oleh Tim Puskesmas Kotobangon.
Jumat, 9 Juli 2021
Masyarakat Kota Kotamobagu...
Saat sekarang sudah mulai muncul di Indoensia varian baru dari Covid-19 yaitu Corona Delta yang berasal dari India.
Mari bersama kita waspada terhadap Varian virus ini karena penyebarannya sangat cepat
Gejala-gejala Covid-19 Delta dari India ini yaitu :
- Mual dan muntah
- Kehilangan nafsuh makan
- Diare dan sakit perut
- Nyeri sendi
- Gangguan pendengaran
- Pembekuan darah
- Gangren (Jaringan mati akibat infeksi atau kekurangan darah)
Potensi lebih parah :
- 1,6 kali potensi masuk UGD setelah 2 minggu terinfeksi
- 40 – 50% lebih menular dari Varian Alfa (Inggris)
- Potensi keparahan terhadap anak-anak lebih besar
- Penanganan medis lebih sulit.
Hal-hal yang menyebabkan penyebaran varian delta di Indonesia yaitu : Interaksi sosial yang cukup tinggi dan pelanggaran protokol kesehatan
Mari tetap kita patuhi protokol kesehatan.
Mari kita perketat protokol kesehatan dengan 6 M :
- Memakai masker dengan benar
- Mencuci tangan pakai sabun di air yang mengalir
- Menjaga jarak 1,5 – 2 meter dengan orang lain
- Mengurangi kegiatan di luar rumah
- Menghindari kerumanan.
- Menjaga Imunitas Tubuh
Bagi masyarakat yang telah divaksinasi Covid-19, baik itu dosis 1 ataupun sudah dosis ke 2 untuk selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan yang benar, karena kondisi kita ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19, tentu adanya vaksinasi itu tidak cukup memberikan benteng perlindungan pada diri kita.
Perlu diketahui, bahwa setelah menerima vaksin Covid-19 tidak semata-mata seseorang langsung kebal terhadap virus. Tubuh perlu waktu untuk membentuk antibodi (kekebalan tubuh) untuk melawan virus, tubuh membutuhkan waktu untuk membangun respons kekebalan yang membuat kita tetap aman dan terlindungi dari penyakit.
Karena jumlah orang yang divaksinasi belum ke semua masyarakat di Kotamobagu, belum semua ke masyarakat Sulawesi Utara, belum semua ke semua masyarakat di Indonesia, maka kekebalan kelompok jelas belum tercapai.
Maka dari itu, tetap perlu dilakukan protokol kesehatan yang ketat.