Pelaksanaan Penyelidikan Epidemiologi kasus DBD (Demam Berdarah Dengue) di Kelurahan matali Oleh Tim Puskesmas Kotobangon.
Jumat, 9 Juli 2021
Penyakit demam berdarah dengue (DBD) masih merupakan masalah kesehatan yang pemberantasannya didasarkan pada kontrol terhadap nyamuk penyebar dengue yaitu Aedes aegypti dan Aedes albopictus.
Kecepatan diagnosis menjadi salah satu faktor utama keberhasilan penyembuhan dan pemberantasan penyakit DBD.
Kasus DBD segera ditindaklanjuti dengan penyelidikan epidemiologi (PE) dan dilakukan penanggulangan seperlunya untuk mencegah penyebar luasan penyakit.
Tujuan Kegiatan PE DBD ini bertujuan untuk mengetahui potensi penularan dan penyebaran DBD lebih lanjut serta tindangan penanggulangan yang perlu dilakukan di wilayah sekitar tempat tinggal penderita
Agar terhindar dari DBD.... maka lakukan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) secara rutin dengan 3M Plus yang terdiri dari :
1. Menguras/membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan lain-lain.
2. Menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain sebagainya.
3. Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk yang menularkan demam berdarah.
Plus-nya yaitu kegiatan pencegahan DBD lainnya, seperti :
1. Menaburkan bubuk larvasida (lebih dikenal dengan bubuk abate) pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan
2. Menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk
3. Menggunakan kelambu saat tidur
4. Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk
5. Menanam tanaman pengusir nyamuk
6. Mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah
7. Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk, dan lain- lain.