Fogging Focus di Kelurahan Mongkonai Barat dan Desa Kopandakan 1

Diposting pada 27 Juli 2020 Dilihat 4 kali
Kembali

Fogging adalah pengasapan digunakan untuk pemberantasan sarang nyamuk Demam Berdarah dan  menggunakan zat kimiawi. Tapi, tanpa disadari, penyakit demam berdarah (DBD) masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan di masyarakat Indonesia. Karenanya kita disarankan agar menjaga kebersihan lingkungan, untuk menutup kesempatan perkembang biakan nyamuk aides aigepty.

dengan tujuan untuk membunuh sebagian besar vektor infektif dengan cepat, sehingga rantai penularan segera dapat diputuskan dan juga bertujuan untuk menekan kepadatan vektor selama waktu yang cukup sampai dimana pembawa virus tumbuh sendiri

Perlu ketahui fogging hanya dilakukan apabila terdapat kasus DBD yang dilakukan Penyelidikan Epidemiologi  dan di lingkungan yang Penderita  terdapat Kasus Demam lebih ≥ 3 Orang Panas dan terdapat Jentik nyamuk Aides Aigepty ≥ 5% dari 100 Meter di lingkungan penderita yang diperiksa.

Fogging Hanya Mampu membunuh nyamuk dewasa bukan membunuh jentik nyamuk, fogging yang dilakukan secara berulang-ulang dapat menyebabkan kekebalan nyamuk terhadap zat kimiawi yang digunakan sehingga dapat menurunkan efektivitas dari fogging itu sendiri. Serta Paparan zat kimia yang dilepaskan saat fogging ternyata juga dapat membawa dampak negatif bagi manusia, seperti gangguan pencernaan, pernapasan, dan sistem kekebalan tubuh. Bahaya lain seperti gangguan kronis pada tubuh di antaranya masalah ingatan, sulit berkonsentrasi, kelumpuhan, koma, bahkan kematian. bahaya umum yang sering ditemukan seperti muntah-muntah, sakit perut, dan juga diare. langkah yang paling terbaik dan paling efektif adalah Giatkan dan Terapkan PSN  dan  4M plus sebagai upaya pencegahan dan  jagalah selalu lingkungan Anda agar terhindar dari DBD

Fogging focus kali ini dilaksnakan di di Mongkonai Barat pada tanggal 25 Juli dan di Kopandakan 1 pada tanggal 26 Juli 2020